Rasakanlah Getarannya Saat kita Membaca Al-Qur’an

Juni 24, 2008 pukul 5:30 am | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

“Akhi… ana seneng deh kalau antum yang baca al-Qur’an, rasanya hati tuh tenang banget.” kata seseorang kepada temannya.

Ada orang yang mengatakan saat-saat paling bahagia adalah saat-saat ia membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an. Hal ini bisa saja terjadi dan tidaklah ia berlebihan. Bersyukur deh bagi kita yang sudah dapat merasakan ketenangan saat membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an. Sebaliknya banyakin istigfar kalau kita tidak merasakan apa-apa saat al-Qur’an dibaca atau dibacakan. Barangkali dosa-dosa kita lah yang sudah menutupi hati-hati kita sehingga kita tidak merasakan manfaat al-Qur’an.

Apa coba yang menyebabkan Umar bin Khottob masuk Islam, ya… hidayah Allah khan. Ia (Umar bin Khottob) terenyuh hatinya saat ia mendengarkan sebagian isi kitabullah (surat thoha: 1-5). Umar pun sempat menitikkan air matanya dan menyatakan kekagumannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa membaca satu ayat dari kitabullah, maka ia memperoleh sepuluh kebaikan untuk setiap huruf. Barang siapa yang mendengarkannya, maka itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.”

Hendaklah kita membaca al-Qur’an secara rutin, meskipun sedikit. Umar bin Abdul Aziz apabila disibukkan oleh urusan kaum muslimin, beliau mengambil mushaf dan membacanya walaupun hanya dua atau tiga ayat. Beliau berkata, “Agar saya tidak termasuk mereka yang menjadikan al-Qur’an sebagai sesuatu yang ditinggalkan.”

Hendaklah kita juga memperhatikan adab-adab membacanya dan ketika mendengarkan kita pun harus memperhatikan adab-adabnya, cobalah kita berusaha merenungkan dan meresapinya.

“Bila engkau ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah kalbumu saat tilawah (membaca) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru dengan al-Qur’an oleh orang yang langsung diajak bicara oleh Allah ‘azza wa jalla, karena al-Qur’an adalah seruan Allah kepadamu melalui lidah Rasul-Nya.” (al-fawaaid, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah)

Usahakan pula kita menyediakan waktu untuk menghafal dan mengulang (muroja’ah). Usahakan agar kita benar-benar meresapi kandungan makna al-Qur’an. Sudah berapa banyak ayat-ayat Qur’an yang kita hafal sampai dengan hari ini ?

Ya Allah… jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang cinta kepada Al-Qur’an dan berikanlah kepada kami keindahan hidup di bawah naungan al-Qur’an.

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post.

  1. assalamu’alaikum…
    tulisannya ana copas yak…

    boleh kan…???

  2. Boleh Akhi, Tafadhol. semoga bermanfaat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: