MEMULAI DENGAN SEBUAH AKHIR

Juni 24, 2008 pukul 4:57 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Oleh Kang Bayu S.Pd.

Waktu terus berputar. Waktu senantiasa bergulir. Waktu terus mengalir mengikuti kehendak-Nya untuk setia menemani perjalanan hidup manusia mengarungi hidupnya. Tahun berganti. Bulan berganti. Hari berganti. Bahkan detak-detak jam terus mendengugkan asma-Nya dengan menunjukkan perubahan.

Tak terasa, begitupula yang harus terjadi pada sebuah Lembaga Dakwah Kampus. Setelah setiap irisan program kerja terlewati. Setelah setiap episode kesulitan terlampaui. Setelah apa yang direncanakan menjadi sesuatu yang dijadikan amanah dakwah telah terlaksana dengan segenap kelebihan dan kekurangannya. Akhirnya, tibalah kisah kita pada sebuah akhir kepengurusan.

Akan tetapi, sejatinya, detak-detak jam yang berdentang pada saat Laporan Pertanggungjawaban merupakan pertanda yang lain. Sebuah pertanda mengenai perubahan yang akan terjadi. Pertanda bahwa akan datangnya periode kepengurusan yang baru. Pertanda akan hadirnya masa transisi.

Masa Transisi

Masa transisi merupakan masa perpindahan dari sebuah periode kepengurusan yang lama kepada periode kepengurusan yang baru. Masa ini memang tidak terlalu lama. Bahkan, jika diakumulasikan dengan keseluruhan waktu kepengurusan, maka masa transisi menjadi tidak terasa. Bahkan, mungkin, tidak dianggap ada.

Namun, yakinlah, dia ada.

Masa transisi seringkali hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap sebuah LDK. Ketua Umum, misalnya. Di pundaknya terletak berbagai macam amanah dakwah yang harus ditunaikan. Beban itu belum tersosialisasikan dan belum terbagi-bagi ke dalam departemen-departemen yang khusus menangani bidangnya masing-masing. Oleh karenanya, terkesan beban itu ditangani sendiri, sementara.

Dalam beberapa kasus, memang masa transisi LDK dilewati dengan mudah dengan banyaknya dukungan dari berbagai pihak, seperti alumni LDK yang masih concern terhadap perkembangan dakwah di kampusnya. Dalam contoh tersebut, masa transisi akan sedikit terobati oleh pelajaran-pelajaran yang tarujar langsung oleh para ‘pendahulu’-nya.

Masalahnya, tidak setiap LDK mampu untuk seperti contoh di atas. Masa transisi bisa menjadi masa yang sulit dan menyesakkan. Masa transisi bisa menjadi masa yang cukup membuat kening Ketua Umum berkerut selama beberapa hari. Masa transisi bisa menjadi masa yang sedikit menakutkan bagi sebagian orang. Masa transisi bisa menjadi masa yang paling ingin dihindari, sedapat mungkin.

Sebuah Alternatif

Menghadapi munculnya masa transisi, ada beberapa hal yang bisa dijadikan alternative tindakan. Apa yang tertulis di sini merupakan hasil pemikiran atas pengalaman empiris yang penulis alami. Bisa jadi, ia bersifat subjektif dan tidak mampu merangkul seluruh permasalahan yang ada.

Akan tetapi, dengan seizing Allah, beberapa hal ini dapat dijadikan sebuah alternative.

Mulai dengan Akhir

Tenangkan diri Anda. Bernapaslah secara teratur. Ingat. Masalah hadir bukan untuk dihindari, tapi dihadapi. Bahkan, sebuah pribahasa Inggris mengatakan, “Life is the art of solving problem”. Hidup adalah seni memecahkan masalah. Yakinlah Allah dekat dengan kita. Jangan pernah berputus asa.

Perhatikan visi dan misi LDK Anda. Perhatikan tujuan LDK Anda. Apa yang Anda pikirkan tentang itu?

Dialah titik akhir dari perjalanan LDK Anda. Dialah titik ke mana Anda akan menuju. Dialah titik perhentian Anda!

Hujamkan bahwa Anda akan mengambil tongkat estafet yang telah diberikan kepada Anda. Kini tongkat estafet itu telah Anda raih. Mulailah bergerak! Sekarang juga!

Bergerak menuju titik yang Anda tatap di sana. Bawalah tongkat itu ke sana! Lakukan dengan mengucap Basmalah terlebih dahulu.

Inilah keajaiban yang Rasulullah saw sabdakan, “Sesungguhnya semua amal itu bergantung kepada niatnya…”

Inilah konsep modern yang diketemukan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Inilah konsep yang menjadi pembahasan pertama dan utama dari konsep pengembangan diri modern abad 21.

Tanpa kita sangka, Rasululllah telah mengajarkan itu 15 abad yang lalu! Subhanallah…

Beliau mengajarkan bahwa saat kita mengerjakan sesuatu, harus didahului oleh niat. Dengan kata lain, harus didahului dengan titik tujuan yang jelas!

Lembaga Dakwah Kampus bukan lembaga yang asal tercapai program kerjanya. LDK bukan lembaga yang asal menyelesaikan satu periode dengan ongkang-ongkang kaki. LDK bukan lembaga yang bisa didatangi dan ditinggalkan secara serampangan.

Di sana ada system. Di sana ada pola. Di sana ada konsep yang disusun. Di sana ada visi dan misi yang hanya sanggup diemban oleh mereka yang suka tantangan. Di sana ada tujuan yang nyata dan jelas.

Kini, tetapkan tujuan Anda pada periode ini! Sekarang juga!

Orientasi pada Proses

Mulailah mencintai proses. Mulailah mencari pemecahan dan solusi atas berbagai permasalahan yang sedang Anda hadapi.

Mulailah dengan mengidentifikasi, menganalisa, dan menentukan akat masalah dan cara yang mendekati pada solusi.

Mulailah dengan senantiasa mempertimbangkan potensi diri, teman, dan lingkungan LDK Anda.

Mulailah untuk berpikir mengenai hal-hal yang belum pernah dilaksanakan pada periode sebelumnya, dan hendak Anda laksanakan pada periode ini.

Mulailah dengan meminta saran dari orang-orang terdekat Anda.

Dalam proses ini, kata SABAR merupakan kata yang harus Anda pegang teguh. Tidak ada kata lain. Inilah kata yang hanya terdiri dari lima huruf. Sangat simple. Sangat sederhana. Tapi, sulit dan berat untuk dijalani.

Akan tetapi, orientasi pada proses bukan berarti Anda berjalan tanpa arah. Justru langkah ini akan melengkapi langkah yang sebelumnya Anda lewati, yaitu tentang niat.

Inilah yang diungkapkan Allah swt bahwa umat Islam adalah Umatan wasathan (umat pertangahan) yang berarti tidak berat sebelah, baik dimensi duniawi maupun ukhrawi.

Inilah dua langkah minimal yang mesti dilakukan dalam rangka mengawali sebuah periode. Dua langkah ini sebetulnya telah Anda ketahui dan pahami, tapi, apa Anda bisa menjamin penerus Anda mengetahuinya?

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: