Kiat-kiat Menjadi Mahasiswa Bahagia

Maret 21, 2008 pukul 6:28 am | Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar

Oleh: Arif Apriansyah[1]

Bahagia merupakan perasaan ketika seseorang berhasil meraih sesuatu yang menjadi cita-cita atau impiannya. Biasanya mahasiswa bahagia ketika mendapatkan IP yang tinggi, mendapat penghasilan sendiri sehingga dapat membayar SPP tanpa menangguhkan pembayarannya, lulus dengan tepat waktu, kemudian mendapatkan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan. Tentu saja kebahagiaan sejati adalah saat seorang muslim dapat berjumpa dengan Rabb-nya.

Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya. Harus ada upaya dari diri kita untuk meraihnya. So, bahagiakanlah diri dengan BAHAGIA.

Pertama: Bersyukurlah

Anda akan bahagia ketika Anda mau bersyukur atas segala karunia yang diberikan-Nya kepada Anda. Anda dapat melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi adalah salah satu bentuk karunia ilahi. “Dan ingatlah ketika Rabbmu memberitahukan, jika kalian bersyukur niscaya Aku akan tambah bagi kalian. Dan jika kalian kufur, sesungguhnya adzab-Ku amatlah pedih.” (Q.S Ibrahim:7). Mulailah Anda mengakui bahwa segala keni’matan yang dirasakan adalah pemberian-Nya, ucapkanlah Alhamdulillah wa syukurillah, kemudian kerjakanlah amalan-amalan yang sholih. Banyaklah membaca dan menulis, cobalah untuk meminimalisir hal-hal yang negatif dan sia-sia, tinggalkanlah kebiasaan-kebiasaan buruk, serta jangan lupa berdo’a dan bertawakal setelah berusaha. Itulah hakikat syukur. Hati untuk mahabbah dan ma’rifah. Lisan untuk memuji. Dan anggota badan digunakan untuk mena’ati Allah dan mencegah dari berma’shiat kepada-Nya.

Kedua: Atur Waktu

Pernahkah Anda perhatikan? Tukang becak, pengusaha, pedagang, guru, menteri, bahkan presiden, semuanya punya modal yang sama yaitu waktu, sehari semalam 24 jam. Begitu pun Mahasiswa yang IP-nya diatas 3 dengan yang IP-nya dibawah 3 diberi modal waktu yang sama oleh Allah Swt. Namun, sunnatullah berlaku bagi siapa saja yang dapat memanfaatkan modalnya dengan baik. Ia akan menjadi manusia yang beruntung. Sebaliknya merugilah bagi siapa saja yang menyia-nyiakan modalnya. “Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, nasihat-menasehati supaya menaati kebenaran, dan nasihat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S 103: 1-3)

Sebelum terlambat, optimalkanlah waktu yang ada untuk berbuat, berbuat dan terus berbuat, menabung sebanyak mungkin energi positif (EPOS) dan meminimalisir energi negatif (ENEG). Famayya’mal mitsqoola dzarrotin khoyroyyaroh. Wamayya’mal mitsqoola dzarrotin syarroyyaroh. (Q.S al-Zalzalah: 7-8)

Ketiga: Hormat dan Taati Kedua Orang Tua

Alangkah bahagianya seorang anak yang selalu berusaha untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Bagaimana caranya? Patuhi dan taati segala perintahnya, kecuali untuk tujuan maksiat kepada Allah. Buatlah ayah dan ibu Anda bangga kepada Anda. Bangga karena anaknya adalah anak yang sholih/sholihah, berprestasi di kampusnya, dan bisa mengharumkan nama baik keluarga. Bayangkan betapa bahagianya mereka berdua ketika anaknya sukses dunia dan di akhirat. Buktikanlah bahwa Anda adalah anak yang terbaik yang dilahirkan dari rahim ibu Anda. Sekali lagi, JADILAH BUKTI JANGAN MENUNGGU BUKTI.

Keempat: Arahkan Pada Potensi Positif

Yakinlah bahwa Anda memiliki potensi positif yang merupakan kelebihan khas Anda. Gali dan temukan potensi positif Anda, karena ketika Anda melakukan hal terbaik dari potensi Anda maka Anda akan mengalami lompatan yang luar biasa. Burung elang tampak gagah ketika terbang dan bukan berlari. Sebaliknya kuda akan gagah ketika berlari dan bukan berenang. Likulli syaiin maziyyah. Semakin banyak Anda ketahui potensi positif Anda, maka insya Allah semakin tinggi KOMPETENSI Anda. (Aris Ahmad Jaya, 30 hari Mencari Jati Diri, hal. 3).

Kelima: Gunakan Masa Prima

Kita tentu pernah sakit. Biasanya, pada saat seperti itu kita baru sadar akan besarnya ni’mat Allah yang berupa kesehatan. Betapa menyesalnya kita jika ada pekerjaan yang belum selesai pada saat kita sakit, padahal ketika sehat kita santai-santai saja. Perhatikanlah Sabda Rasulullah Saw berikut ini:

“Gunakanlah waktu luangmu sebelum sempitmu. Waktu sehatmu sebelum sakitmu. Waktu kayamu sebelum miskinmu. waktu mudamu sebelum tuamu. Dan waktu hidupmu sebelum matimu. ”

Oleh karena itu, tetaplah bergerak dan jangan pernah diam, karena diam bisa mematikan. Selambat apapun Anda bergerak masih lebih baik daripada Anda diam. Bukankah perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah. Gunakan masa prima untuk berbuat yang terbaik dan bermanfaat, jangan sampai menyesal di kemudian hari. “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S 59:18)

Keenam: Ingatlah Allah Bersama selalu

Jika Anda ingin bahagia maka tanamkanlah dalam diri Anda perasaan selalu diawasi oleh Allah SWT (muroqobatulloh). Ketika Anda sendiri maupun bersama orang lain tetaplah perasaan ini tertanam dalam diri Anda. Perasaan ini akan semakin membuat Anda termotivasi untuk berbuat kebaikan dan menjauhi perbuatan-perbuatan tercela. Insya Allah jika muroqobatulloh ini ada pada seorang muslim, hidupnya senantiasa penuh dengan kebaikan.

Ketujuh: Ayo Berbuatlah

Sebuah rencana tanpa disertai aksi, tidak memiliki arti. Sebuah gagasan yang berilian tentang sebuah kebenaran tidak akan berguna ketika ia tidak diterima. Begitu pun hampa jadinya ketika Anda memiliki tekad yang kuat dan membaja namun tidak mau berbuat. Rasululloh Saw bersabda: “Wahai manusia, lakukanlah amal-amal menurut kemampuan kalian, karena sesungguhnya Allah tidak akan bosan sebelum kalian bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling disukai Allah ialah amal yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit.” (H.R Bukhari dan Muslim)

Jika kita seorang mahasiswa yang ingin lulus dengan nilai tertinggi, maka bergeraklah dan mulailah hari ini juga. Kuasai semua hal detail dari buku-buku pelajaran kita. Kerjakan semua tugas dan soal-soal yang akan membantu kita berhasil mendapatkan nilai tertinggi di ujian, lipat gandakan jam belajar kita menjadi 3 atau 4 kali lebih banyak. Jangan tunda lagi, sekali kita memberikan kesempatan kepada diri kita untuk menunda, maka kita telah kehilangan semangat selamanya. (Imam Munadi, Saya Bisa! Menyibak Rahasia di Balik Fenomena Sukses: Sebuah Bekal Untuk Pemuda Islam, hal. 183-184)

Sekali lagi, jika Anda ingin sukses dan bahagia serta mencapai apa yang telah Anda rencanakan, Anda harus bertindak, bekerja, take action. Tanpa action, goals tidak akan pernah terwujud menjadi kenyataan. Wallahu’alam bi ash-Showab.

Selamat dan sukses. Insya Allah hari esok lebih baik. Semoga Anda bahagia dunia dan akhirat. Amiin.


[1] Ketua Umum LDK Al-Intisyar UIKA Bogor Masa Amanah 2007.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post.

  1. Luar Biasa! tapi perlu diingat. kebahagiaanyan paling hakiki adalah bimbingan dan nikmat2 Allah yang selalu bersama kita dan nikmat itu tidak pernah dicabutnya, dan otomatis akan mendatangkan kebahagiaan di dalam hati kita. Ok coy. Keep Istikomah dan Hamasah dalam da`wah. bravo LDK…

  2. Keren bgt artikel, bisa buat motivasi dan ajkan bagi para pembacanya,,salam kenal

  3. assalamu’alaikum …

    salam perdana ana berkunjung ke sini ….
    artikelnya bagus …ana copas yah ??🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: