Rasakanlah Getarannya Saat kita Membaca Al-Qur’an

Juni 24, 2008 pukul 5:30 am | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

“Akhi… ana seneng deh kalau antum yang baca al-Qur’an, rasanya hati tuh tenang banget.” kata seseorang kepada temannya.

Ada orang yang mengatakan saat-saat paling bahagia adalah saat-saat ia membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an. Hal ini bisa saja terjadi dan tidaklah ia berlebihan. Bersyukur deh bagi kita yang sudah dapat merasakan ketenangan saat membaca dan atau mendengarkan al-Qur’an. Sebaliknya banyakin istigfar kalau kita tidak merasakan apa-apa saat al-Qur’an dibaca atau dibacakan. Barangkali dosa-dosa kita lah yang sudah menutupi hati-hati kita sehingga kita tidak merasakan manfaat al-Qur’an.

Apa coba yang menyebabkan Umar bin Khottob masuk Islam, ya… hidayah Allah khan. Ia (Umar bin Khottob) terenyuh hatinya saat ia mendengarkan sebagian isi kitabullah (surat thoha: 1-5). Umar pun sempat menitikkan air matanya dan menyatakan kekagumannya.

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa membaca satu ayat dari kitabullah, maka ia memperoleh sepuluh kebaikan untuk setiap huruf. Barang siapa yang mendengarkannya, maka itu akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat.”

Hendaklah kita membaca al-Qur’an secara rutin, meskipun sedikit. Umar bin Abdul Aziz apabila disibukkan oleh urusan kaum muslimin, beliau mengambil mushaf dan membacanya walaupun hanya dua atau tiga ayat. Beliau berkata, “Agar saya tidak termasuk mereka yang menjadikan al-Qur’an sebagai sesuatu yang ditinggalkan.”

Hendaklah kita juga memperhatikan adab-adab membacanya dan ketika mendengarkan kita pun harus memperhatikan adab-adabnya, cobalah kita berusaha merenungkan dan meresapinya.

“Bila engkau ingin mengambil manfaat dari al-Qur’an, maka hadirkanlah kalbumu saat tilawah (membaca) dan mendengarnya. Perhatikanlah dan berkonsentrasilah seperti berkonsentrasinya orang yang diseru dengan al-Qur’an oleh orang yang langsung diajak bicara oleh Allah ‘azza wa jalla, karena al-Qur’an adalah seruan Allah kepadamu melalui lidah Rasul-Nya.” (al-fawaaid, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah)

Usahakan pula kita menyediakan waktu untuk menghafal dan mengulang (muroja’ah). Usahakan agar kita benar-benar meresapi kandungan makna al-Qur’an. Sudah berapa banyak ayat-ayat Qur’an yang kita hafal sampai dengan hari ini ?

Ya Allah… jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang cinta kepada Al-Qur’an dan berikanlah kepada kami keindahan hidup di bawah naungan al-Qur’an.

PUISI DAKWAH KAMPUS

Juni 24, 2008 pukul 5:28 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Puisi ini ana dapatkan dari ust Aus Hidayat Nur, semoga puisi ini dapat menjadi penyemangat bagi kita semua untuk senantiasa berada di jalan da’wah ini, dan tetap tegar dalam menghadapi segala aral yang melintang untuk menggapai ridho-Nya


Katakanlah, “Inilah jalanku, aku mengajak kalian kepada Allah dengan bashiroh, aku dan pengikut-pengikutku – mahasuci Allah, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik”.Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang
Ujungnya bukan di usia, bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya, Syurga dan Ridha Allah
Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu
Nikmati perjalannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…

Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan Rabbmu

Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham
Mengerti tentang Islam, Risalah Anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya
Seperti Mughirah bin Syu’bah di hadapan Rustum Panglima Kisra

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ikhlas
Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya
Seperti Kata Abul Anbiya, “Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata bagi Rabb semesta”
Berikan hatimu untuk Dia, katakan “Allahu ghayatuna”

Jika engkau cinta maka dakwah adalah amal
membangun kejayaan ummat kapan saja dimana saja berada
yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara
Bangun aktifitas secara tertib tuk mencapai kejayaan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimat Allah rendahkan ocehan syaitan durjana
Kerjakeras tak kenal lelah adalah rumusnya,
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangkutangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah taat
Kepada Allah dan Rasul, Alqur-an dan Sunnahnya
serta orang-orang bertaqwa yang tertata
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah
karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tadhhiyah,
Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta
Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima
Karena yang disisi Allah lebih mulia, sedang di sisimu fana belaka
Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsabat,
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan, teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da’i sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan

Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah dan Junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah

Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia, utamanya mukmin mujahidin
Lapang dada merupakan syarat terendahnya , itsar bentuk tertingginya
Dan Allah yang mengetahui menghimpun hati-hati para da’ie dalam cinta-Nya
berjumpa karena taat kepada-Nya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan Allah,
saling berjanji untuk menolong syariat-Nya

Qararat Hakimah

(Keputusan yang Bijaksana)

MENUJU PRIANGAN BARAT YANG LEBIH BAIK

Juni 24, 2008 pukul 5:26 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Oleh : Arif Apriansyah[1]

Ikhwah fillah rahimakumullah,

Priangan barat yang terdiri dari daerah Sukabumi, Bogor, Cianjur, dan Karawang termasuk wilayah dakwah Jawa Barat dengan Pusat Komunikasi Daerah (PUSKOMDA) nya LDK Al-Intisyar UIKA Bogor. Bertepatan dengan moment Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus VII, masa amanah PUSKOMDA akan berakhir dan digantikan dengan LDK terpilih. Ada beberapa catatan tentang kinerja PUSKOMDA Priangan Barat masa amanah 2007 – 2008, yaitu sebagai berikut :

1. PUSKOMDA sudah bekerja cukup baik

2. Program kerja PUSKOMDA belum optimal dilaksanakan

3. JARMUSNYA kurang greget

4. ”saya dekat dengan yang saya kenal”

5. Kader-kader LDK masih banyak yang belum tau apa itu PUSKOMDA dan FSLDK

Kelima hal tersebut berkaitan dengan permasalahan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Dana. Dua hal tersebut adalah faktor substansial yang mendukung LDK menjadi lebih baik atau sebaliknya.

Ikhwatal iman rahimakumullah,

Berdasarkan pengalaman satu tahun kebelakang, ada 4 (empat) hal yang menjadi masukan penulis untuk Priangan Barat, yaitu :

1. Komunikasi diperbaiki

Komunikasi Puskomda dengan BP, BP dengan LDK, Puskomda dengan LDK, dan LDK dengan LDK

2. Pemahaman ditingkatkan

Pemahaman kita tentang dakwah, FSLDK, manajerial dll. Hal lain yang perlu juga kita perhatikan adalah pewarisan informasi bagi generasi selanjutnya

3. Memfungsikan perangkat-perangkat PUSKOMDA, seperti : PKSIM, JAMAAD, dll

4. Mengupayakan target-target Priangan Barat; baik kualitas maupun kuantitas. Target kuantitas adalah 19 LDK dan 15 keputrian baru. Adapun target kualitas adalah 18 LDK terakselerasi dan 7 keputrian terakselerasi.

Akhirnya, selamat kami ucapkan kepada PUSKOMDA terpilih (KMA AKA Bogor). Semoga kita bersama dapat mewujudkan LDK yang Mandiri, Professional, dan Regeneratif untuk menuju masyarakat madani. Harapan itu masih ada. Allah bersama kita !!! Allahu Akbar … !!!. Nashrum minallahi wa fathun qorib. Wallahu’alam

[1] Ketua Bidang ke-LDK-an PUSKOMDA PRIBAR (ceria) masa amanah 2007 – 2008


[1] Ketua Bidang ke-LDK-an PUSKOMDA PRIBAR (ceria) masa amanah 2007 – 2008

KERJA BESAR UNTUK PERUBAHAN BESAR

Juni 24, 2008 pukul 5:24 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Oleh: Arif Apriansyah

Lembaga Dakwah Kampus Al-Intisyar UIKA

Menyerukan al-islam Demi Allah Semata

Al-Qur’an dan as-Sunnah Menjadi panduan

Berfikir dan Bergerak Tuntaskan Perubahan

Ayyuhal Ikhwah Fillah Jalinkan Ukhuwah

Sabar dan Istiqomah Meniti Jalan Dakwah

Kuatkanlah Barisan Jangan Berpecah Belah

Kuntum Khoiru Ummah

(Mars LDK Al-Intisyar)

Keberadaan kita di LDK Al-Intisyar UIKA Bogor merupakan bagian dari keikutsertaan kita dalam mengusung kembali peradaban Islam. Peradaban yang akan membawa umat pada keamanan, ketenteraman, kebahagiaan, keadilan, dan kesejahteraan. Secara mikro kita bergerak di kampus, sehingga harus terus-menerus diupayakan suatu amal yang realistis dalam mendukung terwujudnya kampus yang berperadaban. Ini kerja besar wahai saudaraku !!! Kerja Besar Untuk Perubahan Besar. Kerja besar yang akan mendatangkan profit yang luar biasa kepada mereka yang turut serta di dalam nya. Lalu, dari mana kita harus memulainya ?

Dalam konteks ke LDK-an, kita akan mulai terlebih dahulu membangun SDM yang ada di dalamnya. SDM yang walaupun sedikit tapi berkualitas. Untuk mewujudkannya perlu adanya dukungan dari orang-orang yang ada di dalam nya (Pengurus, kader, dan alumni) dengan merealisasikan hal-hal berikut ini:

1. Meningkatkan Ruhiyah dengan:

a. Sholat berjamaa’ah di masjid minimal sholat Shubuh.

b. Qiyamullail minimal seminggu tiga kali

c. Banyak tilawah al-Qur’an minimal satu hari 4 halaman al-Qur’an

d. Men dawam kan Istigfar dan shalawat

e. Shaum Sunnah senin kamis minimal satu bulan sekali

f. Men dawamkan Sholat Dhuha

g. Banyak berdo’a untuk kebaikan dirinya dan orang lain

2. Meningkatkan Jasadiyah dengan:

a. Membiasakan olahraga minimal satu minggu sekali

b. Membiasakan diri untuk menjauhi rokok dan kopi serta mendukung terwujudnya kampus yang bebas rokok

c. Membiasakan mandi dua kali sehari

d. Makan yang teratur serta bergizi

e. Mengikuti program bela diri atau melatih secara mandiri kemampuan bela diri.

3. Meningkatkan Fikriyah dengan:

a. Membaca buku ( satu bulan satu buku minimal)

b. Mengikuti program pembinaan wajib mingguan (Liqo, Halaqoh, Mentoring, TN/TR)

c. Rajin berdiskusi

d. Mengikuti seminar, training, work shop, dan lain sebagainya.

e. Membiasakan diri untuk menulis suatu tulisan

f. Menghafal minimal 1 juz al-Qur’an

g. Sungguh-sungguh belajar bahasa Arab

Itulah beberapa point yang senantiasa harus kita upayakan sebagai langkah awal membangun kekuatan pribadi. Sesungguhnya ketika kita ingin menda’wahkan indahnya Islam, maka usahakanlah nilai-nilai Islam dapat terinternalisasi pada setiap da’i / da’iyyah.

Berikutnya, kita juga akan mengamalkan budaya yang baik dan meninggalkan atau meminimalisir budaya yang buruk, baik pada tataran individu maupun jama’ah (lembaga), diantaranya adalah:

1. Mari kita budayakan on time & tinggalkan budaya ngaret / tidak tepat waktu

2. Mari kita menjadi generasi pembelajar (Generasi Robbani), menuntut ilmu itu dari buaian hingga ke liang lahat

3. Jadilah pribadi-pribadi yang IKHLAS, setiap amal bergantung kepada niatnya (H.R Bukhori-Muslim)

4. Bersikap ramah, sopan, santun, murah senyum, baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong adalah bagian dari akhlakul karimah, mari kita amalkan

5. Bersikaplah JUJUR dan KOMITMEN terhadap janji

Pada tataran lembaga, cobalah untuk menjalankan kesepakatan yang telah disepakati bersama. Aturan dibuat bukan untuk dilanggar akan tetapi ia ada untuk kemaslahatan bersama dan supaya terjadi keteraturan. Selain itu, upayakanlah LDK memiliki data yang rapih, seperti data pengurus, anggota, alumni, tokoh, pembicara, sponsor atau donatur. Bangun terus akses / networking dengan berbagai pihak yang mendukung terhadap da’wah kita, kuncinya adalah jangan sungkan untuk ber-SILATURAHIM.

Keuangan / dana juga menjadi faktor pendukung kesuksesan da’wah. Dari awal, coba kita lakukan perencanaan keuangan organisasi; berapa dana yang ada di kas, berapa dana yang dibutuhkan untuk berbagai program da’wah, dari mana sumber dana, lakukan pencatatan keuangan dengan baik, rencanakan juga program investasi pada usaha-usaha yang produktif agar kas tidak diam tetapi berputar dan mudah-mudahan menghasilkan profit, serta siapa yang akan melakukannya.

Agenda berikutnya yang tak kalah penting adalah Dakwah Fardiyyah (dakwah secara personal). Da’wah fardiyyah menjadi urgent karena di masa awal-awal da’wah Rasulullah Saw dan para sahabatnya da’wah fardiyyah lah yang mereka giatkan. Dari satu menjadi dua, dari dua menjadi tiga, dan seterusnya. Oleh karena itu, setelah kita tahu ilmunya, bersama kita bicarakan strateginya lalu kita aplikasikan. Kita akan coba setiap satu orang kader merekrut satu anggota baru dalam kurun DUA BULAN, jangan lupa evaluasi setelah dua bulan mendatang. Aspek penting dalam da’wah fardiyyah yang mesti kita perhatikan adalah jagalah hubungan selalu dengan objek da’wah kita (mad’u), lakukan pendekatan dengan baik, ajak makan, telepon, sms, atau sekedar menanyakan kabarnya. Selain itu jagalah selalu hubungan dengan Dzat yang memberikan hidayah yaitu Allah Swt penguasa langit dan bumi. Dengan demikian mudah-mudahan Allah membukakan hati objek da’wah kita sehingga dapat turut dalam barisan da’wah ini, Insya Allah.

Demikianlah beberapa agenda LDK sebagai bentuk kontribusi kita terhadap da’wah ini. Jadilah pemain ! janganlah kita terus menerus menjadi penonton atau komentator, walaupun sekali-kali kita perlu menjadi penonton atau komentator.

Semoga Allah Swt senantiasa menjaga keistiqomahan kita di jalan da’wah ini, sehingga kita diridhoi oleh-Nya dan dipertemukan kembali di dalam syurga-Nya yang penuh dengan keni’matan. Amiin ya Allah ya Rabbal ‘alamien.

Hadanallahu wa iyyakum ajma’in.

Wallahu ‘alam bi ash-Showab.

INILAH JALAN DAKWAH

Juni 24, 2008 pukul 5:22 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Oleh: Arif Apriansyah

Bersyukurlah karena antum dan antunna sampai dengan hari ini masih istiqomah berada di jalan dakwah. Ingat kembali ketika antum dan antunna mengikuti sebuah kegiatan awal pengenalan kampus UIKA (Pekan Ta’aruf) dengan berbagai kegiatannya. Antum dan antunna yang juga dengan seribu pertanyaan mengenai kampus ini dan berbagai kegiatannya, antum dan antunna yang akan beralih status dari siswa ke mahasiswa, antum dan antunna yang banyak ditawari oleh berbagai macam organisasi di kampus ini, antum dan antunna yang mungkin sedikit kecewa dan mengatakan “Katanya kampus Islam tapi kok…”.

Ketahuilah oleh antum dan antunna, di UIKA ini akan ada banyak jalan yang akan kita temui dan lalui; ada jalan yang baik, ada yang bolong-bolong, bahkan ada jalan yang sudah waktunya harus diperbaiki.

Salah satu jalan yang antum dan antunna saat ini pilih dan insya Allah mudah-mudahan bisa terus istiqomah ke depannya bersama Lembaga Dakwah Kampus Al-Intisyar UIKA Bogor. Sebuah UKM yang bergerak dalam bidang dakwah. Dan tentunya dakwah ini pengertiannya luas tidak sebatas CERAMAH.

Pilihan antum dan antunna untuk tergabung dalam LDK bukanlah sebuah pilihan biasa dari orang-orang biasa… melainkan pilihan luar biasa dari orang luar biasa. Karena kerja yang dilakukan di dalamnya bukanlah hanya kerja-kerja organisasi, melainkan juga merupakan jalan hidup yang telah ditempuh para RAsul dan penyeru kebenaran dari zaman ke zaman.

LDK ke depan akan banyak membutuhkan kader-kader yang berpotensi dan siap berkorban untuk kemaslahatan ummat, wa bil khusus untuk mewujudkan kampus yang Islami dan melahirkan alumni-alumni yang berafiliasi kepada Islam. Semoga kader-kader itu adalah kita semua. Amiin

Wallahu’alam bi ash-Showab

EMPAT PERTANYAAN DI HARI KIAMAT

Juni 24, 2008 pukul 5:20 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan keni’matan yang begitu banyak kepada kita, terutama ni’mat Iman, Islam, dan juga sehat wal ‘afiat.

Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berharga, berapa banyak saudara-saudara kita yang mengeluarkan uang banyak untuk mengobati penyakitnya. Berapa banyak pula diantara mereka yang tidak mampu membawa anaknya atau saudaranya ke RS karena keterbatasan biaya. Sekali-kali berkunjunglah ke RS untuk menjenguk saudara, kerabat atau teman yang sedang sakit atau sekedar untuk mendapatkan pencerahan tentang pentingnya kita menjaga kesehatan dan mensyukuri ni’mat dari Allah Swt.

Kesehatan dan waktu luang adalah dua ni’mat yang sering manusia lupakan. Mentang-mentang masih sehat dan punya banyak waktu, seseorang banyak berbuat maksiat, seseorang menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang mengundang murka Allah Swt. Ada orang yang bilang, “Selagi masih muda maksiat dulu aja, nanti aja deh taubatnya kalau sudah kepala lima puluh (50). Padahal siapa coba yang dapat menjamin dirinya dapat hidup 10, 20, atau 30 tahun lagi, jangankan sepuluh tahun, bisa jadi sewaktu ia berbicara dengan kesombongannya tadi, Allah cabut nyawanya, naudzubillahi mindzalik.

Di akhirat nanti, manusia bakalan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah swt. mereka akan dihadapkan dengan empat pertanyaan.

Pertama: Selama kamu hidup di dunia, kamu ngapain aja (‘an ‘umrihi fiima afnaah). Apakah untuk amal kebaikan ataukah untuk keburukan ? layaknya seorang bos yang memerintahkan karyawannya pergi ke suatu tempat untuk melakukan promosi sekaligus penjualan produk, maka setelah pulang nanti ia akan ditanya bagaimana hasilnya ? apa yang kamu lakukan di sana ? maka pantas kalau Allah meminta pertanggungjawaban dari kita tentang umur yang diberikan-Nya.

Kedua: Badannya dipergunakan untuk apa (‘an jismihi fiima ablah). Kata Allah, “mata yang aku berikan apakah untuk melihat hal yang baik-baik atau yang diharamkan ?”, “mulut yang Aku berikan kepadamu, kau pergunakan untuk menyampaikan kalimat yang haq atau justru menggunjing sesamamu ?” “kaki yang aku kasih padamu, apakah kau pakai untuk berjalan ke tempat yang baik atau ke tempat maksiat ?” kemaluan yang aku berikan untuk keni’matanmu, apakah engkau salurkan secara benar atau kau salahi ?” dan masih banyak lagi. Mari kita sama-sama interospeksi.

Ketiga: Tentang harta yang kau miliki, darimana didapatkan dan kemana dikeluarkan (wa ‘an maalihi min ayna iktasabahu wa fiima anfaqohu). Akan begitu sulit menjawab pertanyaan ini dan membutuhkan waktu yang lama bagi mereka yang punya harta dari hal-hal yang syubhat atau malah haram serta mereka keluarkan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau malah menjerumuskannya ke dalam dosa, maka celakalah mereka. Berbeda dengan mereka yang mendapatkan harta nya secara benar (tidak dengan cara yang bathil) dan mereka keluarkan untuk fii sabilillah, maka beruntunglah mereka.

Keempat: Ilmu yang dimiliki untuk apa digunakan (wa ‘an ilmihi fiima fa’ala). Ilmu yang dianugerahkan oleh Allah, apakah untuk kepentingan dan kebaikan bagi umat manusia atau justru malah menghancurkan dan merusaknya. Oleh karena itu orang yang punya ilmu yang bermanfaat jangan menyembunyikannya akan tetapi sebar luaskanlah untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia.

Demikianlah, pertanyan-pertanyaan yang akan dihadapkan kepada manusia di akhirat kelak, termasuk kepada kita. Jawaban atas keempat pertanyaan tadi akan menentukan posisi kita selanjutnya; apakah mendapat ridho-Nya atau sebaliknya, apakah di surga ataukah di neraka. Karena itu mari kita pergunakan hidup kita, jasad kita, ilmu dan harta yang kita miliki untuk kebaikan di dunia dan di akhirat. Insya Allah. Wallahu’alam bi ash-Showab

Sumber: Buku Hikmah Dari Langit, Ust Yusuf Mansur (Hafidzohullah)

MEWUJUDKAN LDK MANDIRI, PROFESIONAL Dan REGENERATIF

Juni 24, 2008 pukul 5:08 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Oleh Kang Bayu, S,Pd.

Main theme Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) VII di Sukabumi pada bulan Mei 2008 yang lalu merupakan (meminjam istilah Tukul) kristalisasi dari impian dan harapan; keinginan dan cita-cita yang diwujudkan dalam sebuah statement sederhana namun diperlukan grand strategy yang jelas dan terukur.

Mewujudkan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang Mandiri, Profesional dan Regeneratif menjadi satu titik fokus yang dituju, setidaknya dalam 3-4 tahun ke depan. Titik inilah yang menjadi konsentrasi yang menggerakkan seluruh elemen LDK di Priangan Barat (Bogor, Cianjur, Sukabumi dan Karawang) untuk senantiasa bersinergi. Agar setiap langkah kecil yang dimulai, akan selalu berujung pada terwujudnya cita-cita tadi.

Memang, tidak bisa dinafikan keberadaan Dakwah Kampus saat ini seperti terseret beban sejarah Dakwah Kampus yang begitu gemilang di masa lalu. Di tengah ancaman dari unsur eksternal dengan beragam bentuk, juga ditambah dengan tantangan internal yang seperti tidak ada habisnya menjadikan Dakwah Kampus seperti kehilangan ide untuk maju dan berkembang.

Akan tetapi, toh setiap tantangan dan ancaman akan menjadi ujian yang akan bergantung pada pilihan Aktivisnya. Apakah mereka menanggapinya dengan kepanikan psikologis sehingga tak mampu berpikir jernih (yang menunjukkan ketidaksiapan mentalnya), atau meresponnya dengan menyerap informasi secara sempurna, menganalisanya dan kemudian bertindak berdasarkan analisanya itu.

Kini, impian, harapan, dan cita-cita itu telah menunjukkan secercah cahaya. Maha Besar Allah yang telah mengkaruniakan akal pada manusia. Kini, Dia telah menunjukkan jalan-Nya untuk mewuijudkan impian, harapan dan cita-cita itu. Kini, tinggal respon para Aktivis Dakwah Kampus apakah akan mengalami kepanikan psikologis atas keadaan Dakwah Kampus saat ini atau memilih untuk bersinergi?

Wallahu a’lam bishshawab.

KISAH KLASIK

Juni 24, 2008 pukul 5:05 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Oleh Kang Bayu, S.Pd.

Kisah klasik internal Lembaga Dakwah Kampus adalah berkutat seputar ketersediaan Sumber Daya Manusia dan keadaan Finansial yang cenderung sulit, sehingga kedua hal tadi menjadi salah satu alasan stagnasi dalam Dakwah Kampus. Kedua hal tadi, di hampir semua LDK, menjadi bahan pikiran para petingginya sehingga cukup membuat kening berkerut.

Kurangnya Sumber Daya Manusia berkualitas yang dibutuhkan untuk menempati pos-pos tertentu menjadi hal yang, sedikit banyak, menakutkan bagi sebagian LDK. Hal ini memang sebuah kewajaran. Sebab, SDM merupakan hal yang sangat vital dalam Dakwah Kampus. Hidup dan matinya LDK ada pada ketersediaan SDM yang cukup. Hal tersebut juga sejalan dengan statement yang menyatakan bahwa LDK adalah organisasi kader yang mengikuti arah kondisi kader atau para anggotanya.

Ditambah pula permasalahan finansial yang sering kali menjadikan Aktivis Dakwah Kampus tertegun lama untuk memikirkan jalan keluarnya. Permasalahan keuangan bisa menjadi pukulan yang berat ketika tidak ada arah manajemen yang baik.

Sebetulnya kedua permasalahan tadi adalah permasalahan cabang. Akar permasalahan sebetulnya adalah karena minimnya pengetahuan dan pemahaman tentang watak Dakwah Kampus. Bahwa Dakwah kampus membutuhkan bukan hanya kader yang memiliki tsaqafah Islamiyyah yang tinggi, tapi juga membutuhkan kader dengan wawasan manajemen kelembagaan yang luas.

Menyikapi hal ini, Tim Puskomda berupaya agar terjalin kesepahaman bersama dengan menyediakan sarana berupa pembagian wilayah dengan sebuah BP (Badan Pekerja) Puskomda di tiap wilayah. Rekomendasi kepada setiap BP Puskomda agar mengadakan pertemuan dwi-pekanan dengan semua LDK yang berada di wilayahnya. Diharapkan dengan pertemuan tersebut para Aktivis DK mampu untuk saling menasehati dalam bingkai ukhuwwah Islamiyyah dan mampu untuk berbagi informasi dan bertukar pikiran dalam rangka akselerasi manajemen DK yang efektif.

Ikhwah fillah…

Saatnya berbagi…

Berkomunikasi…

Bersinergi…

Bersama kita wujudkan Lembaga Dakwah Kampus yang Mandiri, Profesional, dan Regneratif!

MEMULAI DENGAN SEBUAH AKHIR

Juni 24, 2008 pukul 4:57 am | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Oleh Kang Bayu S.Pd.

Waktu terus berputar. Waktu senantiasa bergulir. Waktu terus mengalir mengikuti kehendak-Nya untuk setia menemani perjalanan hidup manusia mengarungi hidupnya. Tahun berganti. Bulan berganti. Hari berganti. Bahkan detak-detak jam terus mendengugkan asma-Nya dengan menunjukkan perubahan.

Tak terasa, begitupula yang harus terjadi pada sebuah Lembaga Dakwah Kampus. Setelah setiap irisan program kerja terlewati. Setelah setiap episode kesulitan terlampaui. Setelah apa yang direncanakan menjadi sesuatu yang dijadikan amanah dakwah telah terlaksana dengan segenap kelebihan dan kekurangannya. Akhirnya, tibalah kisah kita pada sebuah akhir kepengurusan.

Akan tetapi, sejatinya, detak-detak jam yang berdentang pada saat Laporan Pertanggungjawaban merupakan pertanda yang lain. Sebuah pertanda mengenai perubahan yang akan terjadi. Pertanda bahwa akan datangnya periode kepengurusan yang baru. Pertanda akan hadirnya masa transisi.

Masa Transisi

Masa transisi merupakan masa perpindahan dari sebuah periode kepengurusan yang lama kepada periode kepengurusan yang baru. Masa ini memang tidak terlalu lama. Bahkan, jika diakumulasikan dengan keseluruhan waktu kepengurusan, maka masa transisi menjadi tidak terasa. Bahkan, mungkin, tidak dianggap ada.

Namun, yakinlah, dia ada.

Masa transisi seringkali hanya dirasakan oleh mereka yang memiliki tanggungjawab penuh terhadap sebuah LDK. Ketua Umum, misalnya. Di pundaknya terletak berbagai macam amanah dakwah yang harus ditunaikan. Beban itu belum tersosialisasikan dan belum terbagi-bagi ke dalam departemen-departemen yang khusus menangani bidangnya masing-masing. Oleh karenanya, terkesan beban itu ditangani sendiri, sementara.

Dalam beberapa kasus, memang masa transisi LDK dilewati dengan mudah dengan banyaknya dukungan dari berbagai pihak, seperti alumni LDK yang masih concern terhadap perkembangan dakwah di kampusnya. Dalam contoh tersebut, masa transisi akan sedikit terobati oleh pelajaran-pelajaran yang tarujar langsung oleh para ‘pendahulu’-nya.

Masalahnya, tidak setiap LDK mampu untuk seperti contoh di atas. Masa transisi bisa menjadi masa yang sulit dan menyesakkan. Masa transisi bisa menjadi masa yang cukup membuat kening Ketua Umum berkerut selama beberapa hari. Masa transisi bisa menjadi masa yang sedikit menakutkan bagi sebagian orang. Masa transisi bisa menjadi masa yang paling ingin dihindari, sedapat mungkin.

Sebuah Alternatif

Menghadapi munculnya masa transisi, ada beberapa hal yang bisa dijadikan alternative tindakan. Apa yang tertulis di sini merupakan hasil pemikiran atas pengalaman empiris yang penulis alami. Bisa jadi, ia bersifat subjektif dan tidak mampu merangkul seluruh permasalahan yang ada.

Akan tetapi, dengan seizing Allah, beberapa hal ini dapat dijadikan sebuah alternative.

Mulai dengan Akhir

Tenangkan diri Anda. Bernapaslah secara teratur. Ingat. Masalah hadir bukan untuk dihindari, tapi dihadapi. Bahkan, sebuah pribahasa Inggris mengatakan, “Life is the art of solving problem”. Hidup adalah seni memecahkan masalah. Yakinlah Allah dekat dengan kita. Jangan pernah berputus asa.

Perhatikan visi dan misi LDK Anda. Perhatikan tujuan LDK Anda. Apa yang Anda pikirkan tentang itu?

Dialah titik akhir dari perjalanan LDK Anda. Dialah titik ke mana Anda akan menuju. Dialah titik perhentian Anda!

Hujamkan bahwa Anda akan mengambil tongkat estafet yang telah diberikan kepada Anda. Kini tongkat estafet itu telah Anda raih. Mulailah bergerak! Sekarang juga!

Bergerak menuju titik yang Anda tatap di sana. Bawalah tongkat itu ke sana! Lakukan dengan mengucap Basmalah terlebih dahulu.

Inilah keajaiban yang Rasulullah saw sabdakan, “Sesungguhnya semua amal itu bergantung kepada niatnya…”

Inilah konsep modern yang diketemukan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Inilah konsep yang menjadi pembahasan pertama dan utama dari konsep pengembangan diri modern abad 21.

Tanpa kita sangka, Rasululllah telah mengajarkan itu 15 abad yang lalu! Subhanallah…

Beliau mengajarkan bahwa saat kita mengerjakan sesuatu, harus didahului oleh niat. Dengan kata lain, harus didahului dengan titik tujuan yang jelas!

Lembaga Dakwah Kampus bukan lembaga yang asal tercapai program kerjanya. LDK bukan lembaga yang asal menyelesaikan satu periode dengan ongkang-ongkang kaki. LDK bukan lembaga yang bisa didatangi dan ditinggalkan secara serampangan.

Di sana ada system. Di sana ada pola. Di sana ada konsep yang disusun. Di sana ada visi dan misi yang hanya sanggup diemban oleh mereka yang suka tantangan. Di sana ada tujuan yang nyata dan jelas.

Kini, tetapkan tujuan Anda pada periode ini! Sekarang juga!

Orientasi pada Proses

Mulailah mencintai proses. Mulailah mencari pemecahan dan solusi atas berbagai permasalahan yang sedang Anda hadapi.

Mulailah dengan mengidentifikasi, menganalisa, dan menentukan akat masalah dan cara yang mendekati pada solusi.

Mulailah dengan senantiasa mempertimbangkan potensi diri, teman, dan lingkungan LDK Anda.

Mulailah untuk berpikir mengenai hal-hal yang belum pernah dilaksanakan pada periode sebelumnya, dan hendak Anda laksanakan pada periode ini.

Mulailah dengan meminta saran dari orang-orang terdekat Anda.

Dalam proses ini, kata SABAR merupakan kata yang harus Anda pegang teguh. Tidak ada kata lain. Inilah kata yang hanya terdiri dari lima huruf. Sangat simple. Sangat sederhana. Tapi, sulit dan berat untuk dijalani.

Akan tetapi, orientasi pada proses bukan berarti Anda berjalan tanpa arah. Justru langkah ini akan melengkapi langkah yang sebelumnya Anda lewati, yaitu tentang niat.

Inilah yang diungkapkan Allah swt bahwa umat Islam adalah Umatan wasathan (umat pertangahan) yang berarti tidak berat sebelah, baik dimensi duniawi maupun ukhrawi.

Inilah dua langkah minimal yang mesti dilakukan dalam rangka mengawali sebuah periode. Dua langkah ini sebetulnya telah Anda ketahui dan pahami, tapi, apa Anda bisa menjamin penerus Anda mengetahuinya?

TIGA KIAT MENJADI MAHASISWA BERPRESTASI

Maret 21, 2008 pukul 6:33 am | Ditulis dalam Uncategorized | 16 Komentar

Oleh : Arif Apriansyah[1]

Kuliah berjuta rasanya. Ada yang bilang kuliah itu asyik, banyak temen and saudara, tempat nyari jodoh (banyak juga loh yang sekarang suami-istri satu almamater), tapi ada juga yang berkomentar ‘nggak mau ah dapet jodoh se-kampus (kebanyakan kali… bayangin se kampus :-)), tempatnya merubah diri, suatu kesempatan yang berharga, beda banget ama sekolah dulu di SMA/MA, tempat buat men-tarbiyyah ato ngembangin diri, bisa lebih dewasa, salah satu jembatan menuju kesuksesan, dan beragam komentar lainnya. Nah… Bagaimana dengan tujuan or motivasi ato harapan temen-temen selama kuliah nanti ? Buat CARI ILMU ato … ?!

Ana (saya) ingin berbagi pengalaman sama temen-temen. Pengalaman yang akan ana bagikan seputar tips and trik menjadi mahasiswa yang berprestasi selama kita kuliah. Semoga bisa kita amalkan bukan sekedar kata-kata.

Pertama : Bangunkan diri dengan motivasi kesyukuran.

Dari sekian banyak manusia kita termasuk hamba-hamba pilihan Allah yang beruntung. Kita masih diberikan kesempatan oleh Allah buat ngerasain bangku kuliah (bangku kuliah… gmana yah rasanya ? manis, pahit, atau…). sementara saudara-saudara kita yang lain jangankan kuliah untuk makan sehari-hari aja sulit. Makanya… yuuk kita syukuri salah satu ni’mat ini ! Syukur merupakan sumber motivasi diri. Ia (syukur) akan membawa kita ke dunia sungguh-sungguh, berprestasi, dan menjaga amanah orang tua kita (inget ga apa amanah ortu kita…?! lulus cepet, dapet pekerjaan atau membuka lapangan pekerjaan yang oke, and nikah, truz punya anak, punya rumah dan lain sebagainya). Katanya sih ada korelasi (kaitan/hubungan) antara cepet lulus dengan cepet nikah, bener ga yah…? (kok.. ke nikah sih..)

Kedua : Bawalah diri kita ke hal-hal yang positif

Setelah kita bersyukur, maka wujudkan rasa syukur itu dengan sesuatu yang baik contohnya : a) Mengupayakan sholat agar bisa khusyu, tilawah (baca qur’an) ditingkatin plus ngafalin sebagian atau seluruh ayat-ayat al-Qur’an, sholat sunnah juga jadi agenda (dhuha, qobliyyah-ba’diyyah, ato tahajud), gak ketinggalan juga dzikir di waktu pagi dan petang, selain itu b) Memaksakan diri untuk banyak membaca buku dan menulis (imam Al-Ghazali mengatakan jihad asy-syabab al-Qiro’ah wal kitabah), berikutnya c) Upayakanlah diri kita untuk hadir truz di kelas sewaktu jam kuliah, kalaupun absen jangan lebih dari 2 kali kecuali sakit ato ada urusan yang ‘nggak bisa ditinggalin (ma’lum orang sibuk), hal-hal positif lainnya adalah d) Datang ke kelas ga pake telat (GPT) alias tepat waktu (Imam syahid Hasan al-Banna mengatakan al-Waqtu huwal hayat -waktu adalah kehidupan-, orang yang dapat mengisi waktunya dengan baik maka hidupnya akan baik sebaliknya orang yang menyia-nyiakan waktu adalah orang yang menyia-nyiakan keagungan Allah). Selanjutnya e) Berusahalah buat ngerjain tugas-tugas kuliah dengan baik dan tepat waktu, ambil hati dosen-dosen mu dengan ketaatan kita kepada mereka, insya Allah berkah. f) Ciptakan lingkungan yang kondusif; rumahmu syurgamu kampusmu madrasahmu. g) Berorganisasi (nah ini juga penting loh sebagai ajang pengembangan potensi diri. Alhamdulillah kami merasakan aktifnya kita di organisasi tidak membuat jeblok nilai kuliah justru sebaliknya kitalah bintang nya.

Ketiga : Mintalah do’a dan restu ortu

Subhanallah… senengnya kalo kita dapet do’a dan restu ortu. Pastinya Allah akan ridho dengan aktivitas yang kita lakukan (amin), ridollah fii ridhol waalidain. Klo ortu temen-temen sudah kembali kepada Allah (meninggal dunia), janganlah engkau bersedih hati (la tahzan) banyak yang bisa temen-temen lakuin misalnya doakan mereka atau buktikan klo temen-temen adalah anak yang bisa berbakti kepada mereka dengan pretasi terbaik yang temen-temen torehkan.

Itulah tiga kiat praktis yang bisa temen-temen coba semasa kuliah. Jadikan masa-masa ini adalah masa terindah dalam kehidupanmu. Bukankah kesempatan itu nggak datang dua kali. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang sholih dan sholihah.

Wallahu’alam bi ash-Showab.


[1] Mahasiswa Teladan 2006 (sekarang masih kuliah semester VIII Fakultas Agama Islam Program Studi Ekonomi Syari’ah). Ketua Umum Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Intisyar UIKA Bogor Masa Amanah 2007.

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.